Menjadi
Tidak melakukan apa pun jika itu hanya untuk menyenangkan orang lain.
Aku tidak pernah menyangka maupun tahu, dunia seperti apa yang akan menjadi realitaku ke depannya. Aku tak pernah merencanakan realita yang kini kujalani, yang bahkan lebih baik dari segala apa yang pernah kurencanakan, dan lebih baik dari segala apa yang pernah dijanjikan dan ditawarkan orang kepadaku.
Karena duniaku pernah segelap itu, dan aku masih hafal betul betapa menganganya luka itu.
Aku ingin mengatakan bahwa tahun 2023 merupakan tahun yang spesial, namun ternyata bagiku tahun yang spesial itu belum berakhir. Aku masih menemukan berbagai lapisan diriku yang muncul dan meminta untuk kusaksikan.
Terkadang, aku bertanya, mengapa Tuhan dan Alam Semesta sebaik ini kepadaku? Aku dikelilingi orang-orang yang kebaikan hatinya membuatku tentram, orang-orang yang mampu kupercayai, orang-orang yang dari mereka aku mampu mempelajari banyak hal, orang orang yang mengasihi dan menjagaku.
Aku tidak menemukan kebaikan yang membuatku pantas menerimanya. Apakah ini keberuntungan, apakah ini karma dari kehidupanku sebelumnya, apakah ini sebuah penawar atas rasa sakit yang dulu pernah begitu menghujam, aku tak tahu.
Dan atas setiap luka yang menyebabkan bagian dari diriku pergi, aku masih memanggil mereka untuk kembali lagi kepadaku.
Manusia tidak diciptakan untuk menderita. Dan untuk semua yang menyakitiku... aku harus mengucapkan selamat tinggal.
Ya. Selamat tinggal. Aku memilih untuk meninggalkan orang-orang yang tidak menghargaiku dan menyakitiku.
Comments
Post a Comment